Filosofi Hijab

Illustrasi by: ig @hindipendent

Ya Alloh, limpahkanlah kesehatan dan keberkahan pada kedua orang tua ku. Demi perintahMu, aku tidak ingin membangkang dari mereka. Demi perintahMu aku mencari setiap tetes berkah dariMu. Demi sesuatu yang menutupiku dari kepala hingga ke jantung, semoga tak hanya melindungiku dari luar, semoga dapat melindungi akal ini supaya dapat mengingatMu setiap waktu, semoga dapat melindungi akal ini sehingga ada Engkau di setiap keputusan yang kuambil. Semoga dapat melindungi jantung yang memopa darah ke seluruh tubuh sehingga ada Engkau di setiap nafas yang ikut mengalir.

Nikmatmu lebih banyak dari yang kamu duga

In frame: BTS V (sumber twitter: @BigHitEnt)

Ada banyak hal yang dapat kita pelajari di dunia ini, ia adalah ilmu. 

Ada banyak hal juga yang sulit kita pahami tetapi kehadirannya harus kita syukuri seperti nikmat yang berupa kesehatan, teman-teman yang baik, lingkungan yang baik, keluarga yang peduli, dan orang-orang yang kita temui. Seringnya kita lupa untuk mensyukuri semua itu dan malah fokus dengan hal-hal yang hilang dari kita, ataupun hal-hal bukanlah menjadi rizki kita sehingga kita merasa seolah menjadi orang-orang yang tidak beruntung kemudian terlarut-larut dalam kegalauan. 

Semoga kita bisa menjadi orang yang lebih banyak bersyukur sehingga hidup ini penuh berkah. 

Pilihan setelah penantian

In frame: BTS Jimin (Sumber twitter: @BigHitEnt)
Aku sedang berada dalam suatu perjalanan menuju salah satu pilihanku yang menjadi keputusanku. Lalu sebuah pilihan lainnya datang, menggoyahkan. Aku harus putar balik atau melanjutkan perjalanan? 
Hidup tampaknya seperti ini, rangkaian dari ujian yang datang berurutan, silih berganti maupun bersamaan. 

Setelah diuji dengan penantian yang sangat panjang, kemudian diujilah lagi dengan menentukan pilihan. Semoga pilihan yang kutempuh ini diridhai oleh-Nya. Pilihan lain yang menggoyahkan itu akan aku jadikan kekuatan, aku harus bersungguh-sungguh terhadap pilihan yang kutempuh sekaligus belajar mengiklaskan. 

Bermimpi di atas batas kemampuan

Cover by: @ayunda

Target itu semestinya di atas batas kemampuan yang kamu bayangkan, karena apa, karena kamu sebenarnya bisa lebih baik dari yang kamu kira. Supaya kamu mengerahkan kemampuanmu untukl berjuang dengan maksimal. Sesuatu terlihat seperti tidak mungkin, tetapi jika tekadmu besar, Alloh akan memberimu jalan (yang tidak terduga).

Untuk mencapai targetan itu, kita pastinya akan memutar otak mbuh pie carane. Contoh: untuk dapat lulus dari ujian asrama, kamu diharuskan pergi ke luar negeri. Waktu sudah menunjukkan h-4 bulan dari ujian asrama dan kamu belum menyiapkan apa-apa. Belum punya passport, belum tau bahkan caranya bikin passport, belum punya gambaran negara tujuan dan dalam rangka apa ke sana. Kamu akan melewati fase seleksi alam terlebih dahulu, yaitu meluangkan waktu untuk mengurus segala sesuatunya termasuk bikin passpor, cari event, menyusun anggaran. Semua butuh perjuangan, dan pengorbanan, kamu mungkin harus berkorban menurunkan standar hidup. Dari yang awalnya kamu pakai sabun seharga 20 ribu, kamu harus rela memakai sabun seharga 10 ribu. Kamu mungkin punya keinginan pergi ke dufan untuk naik banyak wahana tetapi kamu urungkan untuk biaya tes toefl. Itu hanyalah salah satu contoh, dan semua membuthkan banyak pengorbanan. 

Tetap semangat dan jangan berhenti bermimpi. Milikilah mimpi, karena jika kamu punya mimpi maka kamu memiliki harapan. Ketika ada harapan walaupun sedikit saja pasti ada rasa bahagia. Berlian juga awalnya berasal dari batu biasa yang ditempa dengan sedemikian rupa, jadi kamu juga pasti dapat berkilau, tempa lah dirimu selagi masih muda. 

Jadi, apakah kamu sudah menuliskan target mu yang di luar batas kemampuan yang kamu bayangkan? 

Seleksi Alam


Mempersiapkan segala sesuatu dalam hidupmu adalah suatu bentuk seleksi alam. Bahkan, mengisi sebuah formulir, dan mencetak foto adalah suatu bentuk seleksi alam. Meskipun kelihatannya sepele tetapi jika untuk sekedar mengisi formulir, atau mencetak foto saja sudah malas, ogah, berarti kamu sudah gagal di awal. 

(Inspire by Mbak Winda) 

Sepaket doa dari Kelengkeng

Photo by: @peniwiasih

Tidak terasa sudah 3 tahun setelah kepanitiaan PPSMB Organik tahun 2014. Waktu itu saya ikut berkontribusi di bagian Pemandu. Sebenarnya sudah tergolong tua juga sih menjadi panitian di tahun ketiga saya kuliah, sehingga adik-adik yang saya pandu selisih 2 tingkat di bawahku. Saya akan menyesal jika saat itu tidak ambil peran dalam kepanitiaan PPSMB. Menjadi pemandu berarti memandu, melindungi, dan mengayomi dengan hati. Karena kita adalah kesan pertama bagi mereka saat pertama kali menginjakkan kaki di fakultas pertanian, maka kita harus mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada mereka. Meskipun sebenarnya diri ini masih sangat kurang dan banyak cela, tetapi dengan bertemu mereka yang berlatar belakang dari berbagai daerah, dan dengan sifat yang berbeda-beda membuatku semakin terbuka dalam bergaul dan menghadapi orang lain. Aku pemandu mereka tetapi akulah yang banyak belajar dari mereka. Masing-masing dari kita adalah manusia yang banyak kekurangan tetapi kita kuat dan kita saling melengkapi saat bersama-sama. 

Kenang-kenangan dari adik panduku (kelompok kelengkeng) masih kusimpan rapi sampai saat ini. Termasuk sekumpulan surat yang mereka tulis berisi kesan dan pesan serta doa dari mereka untukku. Saat menerima surat-surat itu aku begitu terharu, betapa mulianya mereka menuliskan poin2 doa untukku. Apapun yang kalian doakan untukku semoga kembali ke kalian masing-masing ya adek-adekku. Surat-surat ini akan mba simpan, bahkan mba sudah pindahan kosan sampai 2 kali surat ini tetapi mba simpan secara khusus, karena nanti surat ini akan aku bacakan di depan anak-anakku, dan bapaknya anakku. Sebenarnya kalian terlalu baik dalam menuliskan kesan kalian terhadap Mba. Mba enggak sebaik itu, ya namanya juga kesan pertama. Semoga yang terbaik buat kalian ya yang saat ini sudah mulai sibuk dengan KKN, setelah itu penelitian serta skripsi. Tetap kuat ya kalian. 

Syairku adalah sebentuk doa untuk-Mu

Photo by: @peniwiasih

Kepada-Mu yang aku tak pernah bisa menyembunyakin isak tangis, meski kusembunyikan pada ribuan manusia.

Kepada-Mu yang mengetahui apa keinginanku tanpa aku harus mengutarakannya.

Kepada-Mu yang mengajarkanku untuk bersabar sehingga aku mengerti setiap inci dari sisi kehidupan.

Kepada-Mu sebaik-baiknya tempat kembali saat berangkatku membuatku tersesat dan hilang arah.

Kepada-Mu yang Maha Mengetahui apa yang kubutuhkan, lebih dari aku sendiri.

Kepada-Mu yang memahamiku jauh lebih baik daripada aku sendiri.

Kutuliskan syair ini, tak perlu kuceritakan semua karena suatu saat nanti aku akan ingat bagaimana rasanya ketika aku menuliskan syair ini.

Dear You that I can never hide the sobs from, though I hid them from thousands of people.

Dear You who knows what I want without me having to utter it.

Dear you that teaches me to be patient so I understand every inch of life.

Dear You the best place back when my departure make me lost and lost direction.

Dear You who know what I need, more than myself.

Dear You who understand me much better than myself.

I write this poem, I do not need to tell you all because someday I will remember how it feels when I write this poem.

Semua karena Rahmat-Nya “All because of God’s grace”

Photo by: @sigitprasety0

Ketika kamu merasa sangat khawatir, dan juga takut menghadapi esok hari, ingatlah bahwa Alloh itu maha berkuasa. Mungkin bagi kita suatu masalah itu sangatlah rumit, tetapi Alloh selalu dapat menyederhanakan semuanya, bahkan yang menurut kita tidak mungkin sekalipun. Alloh selalu dapat membuat semuanya menjadi sederhana seperti ketika kamu pergi ke suatu tempat dengan memikul banyak beban, seperti tak kuat, takut, ingin kabur, lalu kemudian sore harinya kamu pulang dengan senyuman di wajahmu dan perasaan semacam ingin terbang, seperti itulah salah satu gambaran dari sekian banyak pertolongan-Nya.

Maka jangan pernah berputus asa meminta Rahmat-Nya. Kita sebenarnya bukanlah apa-apa tanpa Rahmat, Hidayah, dan Karunia-Nya.

When you are very worried, and also afraid to face tomorrow, remember that Allah is powerful. Perhaps for us a problem is very complicated, but Allah can always simplify everything, even we think it is impossible. Like when you go to a place with a load of burdens, such as not being strong, afraid, wanna run away, and then in the afternoon you come home with a smile on your face and feel like wanna fly, that is one of the example of his many helpers

Then do not ever despair of asking for His Rahmat. We are actually nothing without His Rahmat, Hidayah, and Karunia. 

Apakah Alloh Mencintaiku? Does Alloh love me?

Photo by: @sigitprasety0

Apakah kamu pernah merasakan di mana orang-orang yang menyayangimu telah berubah, sikap mereka membuatmu bahkan tidak sanggup untuk bercerita soa kesedihanmu, dan soal permasalahan yang kamu hadapi, diri ini rasanya tidak memiliki apa-apa lagi.
Apakah kesalahanku sangat besar hingga Alloh memberiku peringatan seperti ini?
Apakah begitu kerasnya hatiku sehingga Ia sadarkan aku dengan cara seperti ini?
Apakah Alloh mencintaiku?
Aku berpikir sejenak.
Setelah apa yang aku tuliskan semuanya, lalu….
Jika aku mengira kebahagiaanku telah terampas, tidak juga, kamu mungkin kehilangan sesuatu, tetapi kamu mendapatkan banyak hal juga diwaktu yang sama, hanya kamu sulit melihatnya..
Mungkin kamu kesulitan, sampai-sampai tidak tau lagi apa yang harus dilakukan esok hari, tetapi Alloh datangkan rejeki dari arah yang tidak kau sangka. Kamu masih tetap bisa hidup meski tak memiliki sesuatu yang menurutmu segala-galanya untuk hidup, karena apa? karena ada banyak pemurah hati pemurah hati di sekelilingmu.
Lalu, yang tersisa di pikiranku hanyalah rasa malu pada-Nya.

Have you ever felt where the people who love you have changed, their attitude makes you unable even to talk about your sadness, and about the problems you face, this self seems to have nothing else.
Is my fault so big that Allah gave me a warning like this?
Is my heart so hard that He awake me this way?
Does Allah love me?
I thought for a moment.
After what I wrote it all down, then ….
If I think my happiness has been taken away, not really, you may lose something, but you get many things also at the same time, just you hard to see ..
Maybe you have trouble, to the extent that you do not know what to do tomorrow, but Allah comes from the direction that you did not expect. You can still live even if you do not have something that you think everything to live for, because what there is a lot of generous hearts of mercy around you.
Then all that remains in my mind is shame on Him.