Sepaket doa dari Kelengkeng

Photo by: @peniwiasih

Tidak terasa sudah 3 tahun setelah kepanitiaan PPSMB Organik tahun 2014. Waktu itu saya ikut berkontribusi di bagian Pemandu. Sebenarnya sudah tergolong tua juga sih menjadi panitian di tahun ketiga saya kuliah, sehingga adik-adik yang saya pandu selisih 2 tingkat di bawahku. Saya akan menyesal jika saat itu tidak ambil peran dalam kepanitiaan PPSMB. Menjadi pemandu berarti memandu, melindungi, dan mengayomi dengan hati. Karena kita adalah kesan pertama bagi mereka saat pertama kali menginjakkan kaki di fakultas pertanian, maka kita harus mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada mereka. Meskipun sebenarnya diri ini masih sangat kurang dan banyak cela, tetapi dengan bertemu mereka yang berlatar belakang dari berbagai daerah, dan dengan sifat yang berbeda-beda membuatku semakin terbuka dalam bergaul dan menghadapi orang lain. Aku pemandu mereka tetapi akulah yang banyak belajar dari mereka. Masing-masing dari kita adalah manusia yang banyak kekurangan tetapi kita kuat dan kita saling melengkapi saat bersama-sama. 

Kenang-kenangan dari adik panduku (kelompok kelengkeng) masih kusimpan rapi sampai saat ini. Termasuk sekumpulan surat yang mereka tulis berisi kesan dan pesan serta doa dari mereka untukku. Saat menerima surat-surat itu aku begitu terharu, betapa mulianya mereka menuliskan poin2 doa untukku. Apapun yang kalian doakan untukku semoga kembali ke kalian masing-masing ya adek-adekku. Surat-surat ini akan mba simpan, bahkan mba sudah pindahan kosan sampai 2 kali surat ini tetapi mba simpan secara khusus, karena nanti surat ini akan aku bacakan di depan anak-anakku, dan bapaknya anakku. Sebenarnya kalian terlalu baik dalam menuliskan kesan kalian terhadap Mba. Mba enggak sebaik itu, ya namanya juga kesan pertama. Semoga yang terbaik buat kalian ya yang saat ini sudah mulai sibuk dengan KKN, setelah itu penelitian serta skripsi. Tetap kuat ya kalian. 

Advertisements

Syairku adalah sebentuk doa untuk-Mu

Photo by: @peniwiasih

Kepada-Mu yang aku tak pernah bisa menyembunyakin isak tangis, meski kusembunyikan pada ribuan manusia.

Kepada-Mu yang mengetahui apa keinginanku tanpa aku harus mengutarakannya.

Kepada-Mu yang mengajarkanku untuk bersabar sehingga aku mengerti setiap inci dari sisi kehidupan.

Kepada-Mu sebaik-baiknya tempat kembali saat berangkatku membuatku tersesat dan hilang arah.

Kepada-Mu yang Maha Mengetahui apa yang kubutuhkan, lebih dari aku sendiri.

Kepada-Mu yang memahamiku jauh lebih baik daripada aku sendiri.

Kutuliskan syair ini, tak perlu kuceritakan semua karena suatu saat nanti aku akan ingat bagaimana rasanya ketika aku menuliskan syair ini.

Dear You that I can never hide the sobs from, though I hid them from thousands of people.

Dear You who knows what I want without me having to utter it.

Dear you that teaches me to be patient so I understand every inch of life.

Dear You the best place back when my departure make me lost and lost direction.

Dear You who know what I need, more than myself.

Dear You who understand me much better than myself.

I write this poem, I do not need to tell you all because someday I will remember how it feels when I write this poem.

Semua karena Rahmat-Nya “All because of God’s grace”

Photo by: @sigitprasety0

Ketika kamu merasa sangat khawatir, dan juga takut menghadapi esok hari, ingatlah bahwa Alloh itu maha berkuasa. Mungkin bagi kita suatu masalah itu sangatlah rumit, tetapi Alloh selalu dapat menyederhanakan semuanya, bahkan yang menurut kita tidak mungkin sekalipun. Alloh selalu dapat membuat semuanya menjadi sederhana seperti ketika kamu pergi ke suatu tempat dengan memikul banyak beban, seperti tak kuat, takut, ingin kabur, lalu kemudian sore harinya kamu pulang dengan senyuman di wajahmu dan perasaan semacam ingin terbang, seperti itulah salah satu gambaran dari sekian banyak pertolongan-Nya.

Maka jangan pernah berputus asa meminta Rahmat-Nya. Kita sebenarnya bukanlah apa-apa tanpa Rahmat, Hidayah, dan Karunia-Nya.

When you are very worried, and also afraid to face tomorrow, remember that Allah is powerful. Perhaps for us a problem is very complicated, but Allah can always simplify everything, even we think it is impossible. Like when you go to a place with a load of burdens, such as not being strong, afraid, wanna run away, and then in the afternoon you come home with a smile on your face and feel like wanna fly, that is one of the example of his many helpers

Then do not ever despair of asking for His Rahmat. We are actually nothing without His Rahmat, Hidayah, and Karunia. 

Apakah Alloh Mencintaiku? Does Alloh love me?

Photo by: @sigitprasety0

Apakah kamu pernah merasakan di mana orang-orang yang menyayangimu telah berubah, sikap mereka membuatmu bahkan tidak sanggup untuk bercerita soa kesedihanmu, dan soal permasalahan yang kamu hadapi, diri ini rasanya tidak memiliki apa-apa lagi.
Apakah kesalahanku sangat besar hingga Alloh memberiku peringatan seperti ini?
Apakah begitu kerasnya hatiku sehingga Ia sadarkan aku dengan cara seperti ini?
Apakah Alloh mencintaiku?
Aku berpikir sejenak.
Setelah apa yang aku tuliskan semuanya, lalu….
Jika aku mengira kebahagiaanku telah terampas, tidak juga, kamu mungkin kehilangan sesuatu, tetapi kamu mendapatkan banyak hal juga diwaktu yang sama, hanya kamu sulit melihatnya..
Mungkin kamu kesulitan, sampai-sampai tidak tau lagi apa yang harus dilakukan esok hari, tetapi Alloh datangkan rejeki dari arah yang tidak kau sangka. Kamu masih tetap bisa hidup meski tak memiliki sesuatu yang menurutmu segala-galanya untuk hidup, karena apa? karena ada banyak pemurah hati pemurah hati di sekelilingmu.
Lalu, yang tersisa di pikiranku hanyalah rasa malu pada-Nya.

Have you ever felt where the people who love you have changed, their attitude makes you unable even to talk about your sadness, and about the problems you face, this self seems to have nothing else.
Is my fault so big that Allah gave me a warning like this?
Is my heart so hard that He awake me this way?
Does Allah love me?
I thought for a moment.
After what I wrote it all down, then ….
If I think my happiness has been taken away, not really, you may lose something, but you get many things also at the same time, just you hard to see ..
Maybe you have trouble, to the extent that you do not know what to do tomorrow, but Allah comes from the direction that you did not expect. You can still live even if you do not have something that you think everything to live for, because what there is a lot of generous hearts of mercy around you.
Then all that remains in my mind is shame on Him.

Love Yourself

1. In this life you must be completely independent, because the person who loves you may not love you anymore.

2. Also be the best of yourself, because you are most understanding about you, and if something happens, someone should be responsible is yourself.

Bersosialisasi adalah kegiatan yang produktif

Photo by: army of @bts_twt

Ketika saya masih kecil, saya tidak menyangka bahwa kehidupan saya di masa mendatang akan banyak berhubungan dengan sosial media. Dulu, internet saja saya tidak tahu karena saya tinggal di daerah yang jauh dari akses teknologi dan informasi. Saat SMP saya mulai mengenal Facebook, kemudian ketika SMA saya mulai mengenal website dari hasil belajar secara otodidak. Hasil belajarku secara otodidak ini ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar sehingga ketika saya masuk kuliah saya dipercaya untuk menjadi staff media di sebuah kelompok study. Periode berikutnya saya diamanahi sebagai kepala departemen media sebuah kelompok study yang berkaitan erat dengan sosial media (fb, twitter, website) dan publikasi seperti majalah.

Keaktifan saya di sosial media kemudian menemukan saya dengan seorang penulis bernama Brili Agung Z.P dan saya sempat untuk beberapa minggu meraup ilmu di kediamannya. Banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai bagaimana mengelola sosial media yang sebelumnya belum saya ketahui. Terobosan ini membuat saya berani untuk magang di sebuah penerbitan jurnal di instansi kampusku. Jika dibilang mudah, ini sama sekali tidak, saya tetap harus belajar dari awal karena sistem yang saya pegang termasuk baru. Naasnya di tempat saya bekerja saya jarang sekali berinteraksi dan bertatap muka dengan orang lain. Teman saya adalah tulisan tulisan jurnal, komputer, dan HP. Saya biasa sampai di kampus sekitar pukul setengah 9, dan sesampai di ruangan belum ada orang. Kemudian saya turun ke bawah untuk sholat dhuha supaya saya merasa tenang. Ketika saya kembali ke ruangan, ruangan masih ksosong dan setelah jam setengah 10 biasanya ada pak Riza yang datang pertama kali. Jujur saya masih agak kaku untuk berinteraksi dengan orang selain teman sebayaku. Maka kujadikan ini sebagai sebuah pembelajaran baru. Saya baru bisa berinteraksi dengan teman-temanku (bicara lepas, tertawa cekikikan) ketika jam istirahat dan sholat. Saya turun ke bawah menemui teman-teman saya, kemudian makan bareng. Mereka di kampus juga dalam rangka belajar dan bekerja, jadi saya bersyukur saja karena masih dapat bertemu dengan mereka, dan pekerjaan setiap orang ada bagiannya masing-masing. Saya bekerja sampai jam 16.00 wib, namun setelah jam 16.00 wib biasanya saya tidak langsung pulang. Yang saya lakukan setelah itu adalah mengedit gambar, download video ataupun menulis di blog.

Saya tidak suka membawa pe-er pekerjaan saya ke kosan. Kosan bagi saya adalah tempat tidur sekaligus tempat saya bersosialisasi dengan teman-teman saya. Saya tidak mau melewatkan waktu saya bersosialisasi dan saya menempatkan waktu bersosialisasi sebagai kegiatan yang produktif karena waktu ini buatku sangat langka dan sangat penting. Thats😉

 

Stay firm at the broken place

I have been rejected for the second time because of my hijab.

Of course i feel slumped and down, also saddened by my weakness, but I felt that Alloh was getting closer to me. I believe in his help, I’m sure with him, he will replace this with a better one. Amin

 

Look at the plant in the link above, which initially slumped and then strong again because doused with something he needs.
When you are upset or drowned do not you let it sit or instead you splash on something that endangers you, pray to Allah.
My Friend, Mbak Dhira also said, when you so embarrassed to pray to Him then just call the name of Allah alone, Alloh know what makes you slumped. Allow Allah to finish your anxiety, for Allah is glad when you remember Him and call His name wherever you are.