Bersosialisasi adalah kegiatan yang produktif

Ketika saya masih kecil, saya tidak menyangka bahwa kehidupan saya di masa mendatang akan banyak berhubungan dengan sosial media. Dulu, internet saja saya tidak tahu karena saya tinggal di daerah yang jauh dari akses teknologi dan informasi. Saat SMP saya mulai mengenal Facebook, kemudian ketika SMA saya mulai mengenal website dari hasil belajar secara otodidak. Hasil belajarku secara otodidak ini ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar sehingga ketika saya masuk kuliah saya dipercaya untuk menjadi staff media di sebuah kelompok study. Periode berikutnya saya diamanahi sebagai kepala departemen media sebuah kelompok study yang berkaitan erat dengan sosial media (fb, twitter, website) dan publikasi seperti majalah.

Keaktifan saya di sosial media kemudian menemukan saya dengan seorang penulis bernama Brili Agung Z.P dan saya sempat untuk beberapa minggu meraup ilmu di kediamannya. Banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai bagaimana mengelola sosial media yang sebelumnya belum saya ketahui. Terobosan ini membuat saya berani untuk magang di sebuah penerbitan jurnal di instansi kampusku. Jika dibilang mudah, ini sama sekali tidak, saya tetap harus belajar dari awal karena sistem yang saya pegang termasuk baru. Naasnya di tempat saya bekerja saya jarang sekali berinteraksi dan bertatap muka dengan orang lain. Teman saya adalah tulisan tulisan jurnal, komputer, dan HP. Saya biasa sampai di kampus sekitar pukul setengah 9, dan sesampai di ruangan belum ada orang. Kemudian saya turun ke bawah untuk sholat dhuha supaya saya merasa tenang. Ketika saya kembali ke ruangan, ruangan masih ksosong dan setelah jam setengah 10 biasanya ada pak Riza yang datang pertama kali. Jujur saya masih agak kaku untuk berinteraksi dengan orang selain teman sebayaku. Maka kujadikan ini sebagai sebuah pembelajaran baru. Saya baru bisa berinteraksi dengan teman-temanku (bicara lepas, tertawa cekikikan) ketika jam istirahat dan sholat. Saya turun ke bawah menemui teman-teman saya, kemudian makan bareng. Mereka di kampus juga dalam rangka belajar dan bekerja, jadi saya bersyukur saja karena masih dapat bertemu dengan mereka, dan pekerjaan setiap orang ada bagiannya masing-masing. Saya bekerja sampai jam 16.00 wib, namun setelah jam 16.00 wib biasanya saya tidak langsung pulang. Yang saya lakukan setelah itu adalah mengedit gambar, download video ataupun menulis di blog.

Saya tidak suka membawa pe-er pekerjaan saya ke kosan. Kosan bagi saya adalah tempat tidur sekaligus tempat saya bersosialisasi dengan teman-teman saya. Saya tidak mau melewatkan waktu saya bersosialisasi dan saya menempatkan waktu bersosialisasi sebagai kegiatan yang produktif karena waktu ini buatku sangat langka dan sangat penting. Thats😉

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s