Syairku adalah sebentuk doa untuk-Mu

Photo by: @peniwiasih

Kepada-Mu yang aku tak pernah bisa menyembunyakin isak tangis, meski kusembunyikan pada ribuan manusia.

Kepada-Mu yang mengetahui apa keinginanku tanpa aku harus mengutarakannya.

Kepada-Mu yang mengajarkanku untuk bersabar sehingga aku mengerti setiap inci dari sisi kehidupan.

Kepada-Mu sebaik-baiknya tempat kembali saat berangkatku membuatku tersesat dan hilang arah.

Kepada-Mu yang Maha Mengetahui apa yang kubutuhkan, lebih dari aku sendiri.

Kepada-Mu yang memahamiku jauh lebih baik daripada aku sendiri.

Kutuliskan syair ini, tak perlu kuceritakan semua karena suatu saat nanti aku akan ingat bagaimana rasanya ketika aku menuliskan syair ini.

Dear You that I can never hide the sobs from, though I hid them from thousands of people.

Dear You who knows what I want without me having to utter it.

Dear you that teaches me to be patient so I understand every inch of life.

Dear You the best place back when my departure make me lost and lost direction.

Dear You who know what I need, more than myself.

Dear You who understand me much better than myself.

I write this poem, I do not need to tell you all because someday I will remember how it feels when I write this poem.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s