Apakah Alloh Mencintaiku? Does Alloh love me?

Photo by: @sigitprasety0

Apakah kamu pernah merasakan di mana orang-orang yang menyayangimu telah berubah, sikap mereka membuatmu bahkan tidak sanggup untuk bercerita soa kesedihanmu, dan soal permasalahan yang kamu hadapi, diri ini rasanya tidak memiliki apa-apa lagi.
Apakah kesalahanku sangat besar hingga Alloh memberiku peringatan seperti ini?
Apakah begitu kerasnya hatiku sehingga Ia sadarkan aku dengan cara seperti ini?
Apakah Alloh mencintaiku?
Aku berpikir sejenak.
Setelah apa yang aku tuliskan semuanya, lalu….
Jika aku mengira kebahagiaanku telah terampas, tidak juga, kamu mungkin kehilangan sesuatu, tetapi kamu mendapatkan banyak hal juga diwaktu yang sama, hanya kamu sulit melihatnya..
Mungkin kamu kesulitan, sampai-sampai tidak tau lagi apa yang harus dilakukan esok hari, tetapi Alloh datangkan rejeki dari arah yang tidak kau sangka. Kamu masih tetap bisa hidup meski tak memiliki sesuatu yang menurutmu segala-galanya untuk hidup, karena apa? karena ada banyak pemurah hati pemurah hati di sekelilingmu.
Lalu, yang tersisa di pikiranku hanyalah rasa malu pada-Nya.

Have you ever felt where the people who love you have changed, their attitude makes you unable even to talk about your sadness, and about the problems you face, this self seems to have nothing else.
Is my fault so big that Allah gave me a warning like this?
Is my heart so hard that He awake me this way?
Does Allah love me?
I thought for a moment.
After what I wrote it all down, then ….
If I think my happiness has been taken away, not really, you may lose something, but you get many things also at the same time, just you hard to see ..
Maybe you have trouble, to the extent that you do not know what to do tomorrow, but Allah comes from the direction that you did not expect. You can still live even if you do not have something that you think everything to live for, because what there is a lot of generous hearts of mercy around you.
Then all that remains in my mind is shame on Him.

Advertisements

Love Yourself

1. In this life you must be completely independent, because the person who loves you may not love you anymore.

2. Also be the best of yourself, because you are most understanding about you, and if something happens, someone should be responsible is yourself.

Bersosialisasi adalah kegiatan yang produktif

Photo by: army of @bts_twt

Ketika saya masih kecil, saya tidak menyangka bahwa kehidupan saya di masa mendatang akan banyak berhubungan dengan sosial media. Dulu, internet saja saya tidak tahu karena saya tinggal di daerah yang jauh dari akses teknologi dan informasi. Saat SMP saya mulai mengenal Facebook, kemudian ketika SMA saya mulai mengenal website dari hasil belajar secara otodidak. Hasil belajarku secara otodidak ini ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar sehingga ketika saya masuk kuliah saya dipercaya untuk menjadi staff media di sebuah kelompok study. Periode berikutnya saya diamanahi sebagai kepala departemen media sebuah kelompok study yang berkaitan erat dengan sosial media (fb, twitter, website) dan publikasi seperti majalah.

Keaktifan saya di sosial media kemudian menemukan saya dengan seorang penulis bernama Brili Agung Z.P dan saya sempat untuk beberapa minggu meraup ilmu di kediamannya. Banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai bagaimana mengelola sosial media yang sebelumnya belum saya ketahui. Terobosan ini membuat saya berani untuk magang di sebuah penerbitan jurnal di instansi kampusku. Jika dibilang mudah, ini sama sekali tidak, saya tetap harus belajar dari awal karena sistem yang saya pegang termasuk baru. Naasnya di tempat saya bekerja saya jarang sekali berinteraksi dan bertatap muka dengan orang lain. Teman saya adalah tulisan tulisan jurnal, komputer, dan HP. Saya biasa sampai di kampus sekitar pukul setengah 9, dan sesampai di ruangan belum ada orang. Kemudian saya turun ke bawah untuk sholat dhuha supaya saya merasa tenang. Ketika saya kembali ke ruangan, ruangan masih ksosong dan setelah jam setengah 10 biasanya ada pak Riza yang datang pertama kali. Jujur saya masih agak kaku untuk berinteraksi dengan orang selain teman sebayaku. Maka kujadikan ini sebagai sebuah pembelajaran baru. Saya baru bisa berinteraksi dengan teman-temanku (bicara lepas, tertawa cekikikan) ketika jam istirahat dan sholat. Saya turun ke bawah menemui teman-teman saya, kemudian makan bareng. Mereka di kampus juga dalam rangka belajar dan bekerja, jadi saya bersyukur saja karena masih dapat bertemu dengan mereka, dan pekerjaan setiap orang ada bagiannya masing-masing. Saya bekerja sampai jam 16.00 wib, namun setelah jam 16.00 wib biasanya saya tidak langsung pulang. Yang saya lakukan setelah itu adalah mengedit gambar, download video ataupun menulis di blog.

Saya tidak suka membawa pe-er pekerjaan saya ke kosan. Kosan bagi saya adalah tempat tidur sekaligus tempat saya bersosialisasi dengan teman-teman saya. Saya tidak mau melewatkan waktu saya bersosialisasi dan saya menempatkan waktu bersosialisasi sebagai kegiatan yang produktif karena waktu ini buatku sangat langka dan sangat penting. Thats😉

 

Stay firm at the broken place

I have been rejected for the second time because of my hijab.

Of course i feel slumped and down, also saddened by my weakness, but I felt that Alloh was getting closer to me. I believe in his help, I’m sure with him, he will replace this with a better one. Amin

 

Look at the plant in the link above, which initially slumped and then strong again because doused with something he needs.
When you are upset or drowned do not you let it sit or instead you splash on something that endangers you, pray to Allah.
My Friend, Mbak Dhira also said, when you so embarrassed to pray to Him then just call the name of Allah alone, Alloh know what makes you slumped. Allow Allah to finish your anxiety, for Allah is glad when you remember Him and call His name wherever you are.

 

Apalagi yang kita khawatirkan “What are we worried about”

Photo by: @peniwiasih

Berjalan-jalanlah kamu, tuntutlah ilmu, silakan berkenalan dengan banyak orang. Jika kita berjodoh, sejauh apa pun kamu pergi, sebanyak apapun kamu bertemu orang, kamu akan ingat aku dan mencariku untuk mengatakan, “mari hidup bahagia denganku”

Take a walk, demand science, get acquainted with many people. If we are mate, no matter how far you go, no matter how much you meet people, you will remember me and look for me to say, “let’s live happy with me”

Memaknai kesendirian “Meaning of solitude”

Photo by: @sigitprasety0

Semoga kesendirian ini tidak lantas membuatku putus asa menjalani hidup. Apa-apa harus mandiri, menempuh jarak sendiri, terkadang panas kepanasan, hujan kehujanan (lha masa iya panas-panas kehujanan😂)

Terkadang rasa iri itu ada, melihat mereka yang memiliki tempat untuk berbagi, bersandar

Tetapi insyaAlloh, demi kebaikan di masa mendatang, aku rela sendiri saat ini dan tidak lagi menginginkan apa-apa yang belum dihalalkan untukku. Aku hanya berbaik sangka, mungkin aku akan dikasih waktu bersama-sama dengannya lebih banyak nanti.

Hopefully this solitude does not necessarily make me despair of living. I have to be independent, take my own distance, sometimes this self is left to overheat in the heat, and rain just like rain.

Envy must exist, seeing those who have a place to share and lean on.

But God willing, for the good in the future, I am willing to own this time and no longer want anything that has not been justified for me. I’m just as good as I thought, maybe I’ll be given time with her more later.